Thursday, September 28, 2006

Kenapa Harus Begini

Disebuah negara yang bernama Rockmode tinggalah serorang anak bersama orang tunya. Anaknya bernama Renata Finnia atau biasa dipanggil Renata. Pada suatu hari Renata ditinggal orang tuanya pergi ke Pesta Humachara yang diadakan setiap tahun dimusim salju. Tapi sayang, anak kecil tidak boleh ikut, seperti Renata.

Memang umur Renata masih enam tahun, Ranata memang masih kelas Dua SD. Sekolah Renata cukup jauh dari rumahnya, sekitar lima km yang ditempuh dengan naik motor, mama sendirian.

”Renata, ayo tidur. Sudah malam, ayah dan bunda tidak usah dipikirkan. Mereka pulang besok malam. ” Kata pembantu Renata.

Dengan langkah limbung Renata menuju kamarnya. Lampu kamar dimatikannya. Pembantu Renata mengunci semua pintu. Sekolah Renata adalah Elementary School Rockmode. Di rumah Renata juga ada pembantu. Jadi, Renata agar tidak ada penjahat masuk, dan mematikan semua lampu.

“ Tek tek tek.“ Semua lampu sudah dimatikan.

Diam-diam dari semak-semak luar ada dua orang yang mengintai rumah Renata yang kaya raya.

“Aman,ayo kita curi isi rumah ini!“ Kata salah satu dari pencuri itu.

Pintu depan rumah Renata memang sudah tua, dan di sebelah pintu ada alarm pencuri, jadi jika yang masuk orang yang tidak ada di memory alarm akan berbunyi kecuali di program dulu. Karena pencuri itu tidak sadar, tiba-tiba “Tilulit tilulit tilulit!!!! “ Alarm berbunyi sangat keras sehingga semua orang yang sedang Pesta kalang kabut dan bereriak-teriak histeris.
“Tenang semuanya, itu hanya alarm rumah saya, berarti dirumah saya ada pencuri.“ Kata ayah Renata dengan tegas.

Renata dan pembantunya langsung keluar rumah, bersamaan dengan orang-orang yang sedang Pesta yang sudah siap membawa pentungan tiap orang satu.
Renata langsung membuka pintu depan, “pak Kogoro dan pak Roni sedang apa ? Jangan-jangan bapak mau mencuri barang-barang ayahku ya!” Kata Renata dengan curiga. “Iya-iya, kalian berdua akan mencuri ya” teriak warga yang sedang berpesta.

“Tidak-tidak aku tidak bermaksud mencuri tapi aku dan pak Roni sedang kehabisan uang untuk membayar kontrakan rumah. Jadi aku dan pak Roni ingin mengambil satu barang yang berharga milik pak Daniel.“ Kata pak Kogoro menjalaskan.

“Jika kau kehabisan uang untuk membayar kontrakanmu kenapa kau tidak meminta baik-baik uang” Pak Daniel menegaskan.
“Kalau begitu saya meminta maaf sebesar-besarnya.“ Kata pak Kogoro meminta maaf atas kesalahannya.

“Makanya, kenapa begitu? “Kta pak Daniel menegaskan yang terakhir kalinya.

(24 Mei 2006)

No comments: