Pulang sekolah Nabila berjalan dengan lesu sambil menendang kerikil. Tiba-tiba dua orang teman Nabila datang, Ghea dan Ica.
”Lho, kok ada yang tidur di tengah jalan?” kata Ica kaget.
”Kok tidur dijalan?! Mungkin dia pingsan!” kata Ghea mendadak. Kedua anak itu takut dan dia berpelukan.
Ghea dan Ica menghampiri anak yang tidur di jalan itu.
”Ya ampun ternyata Nabila!” kata Ghea setengah memekik.
”Tolong…!! Tolong…!!! Nabila Pingsan!!!” Ica berteriak histeris.
Anak kelas tigapun segera datang karena mendengar teriakan Ica yang sangat keras. Nabila langsung dibawa ke kelas. AC kelas yang sudah dimatikan karena memang sudah waktunya puang langsung dinyalakan lagi. Sebagian teman-teman Nabila yang belum pulang menolong Nabila termasuk Fajar. Sedikit demi sedikit mata Nabila terbuka.
”Horeeeeeeeeeee……….!! Nabila sadar………!!” Sorak anak-anak semua yang berkerumun.
”Ada apa?!” kataku dengan suara kecil dan terbata-bata.
”Kamu tadi pingsan. Ada apa, Nabila?“
Aku terdiam. Malu untuk mengatakan sejujurnya. Aku malu mengatakan kalau tadi pagi aku menolak sarapan yang telah dengan susah payah disiapkan Mama. ”Ayo, sayang sarapanlah dulu. Ini Mama sudah masak untukmu. Makanlah nanti kamu pingsan, kalau tidak mau sarapan“ kata Mama cemas tadi pagi. Dan kekhawatiran Mama ternyata menjadi kenyataan. Aku jatuh pingsan di jalan saat pulang sekolah karena sudah tidak kuat lagi menahan lapar.
Aku jadi malu menyadari bahwa sarapan ternyata sangat berguna untuk menjaga kekuatan tubuh. Sarapan ternyata berguna untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Mulai besok pagi, aku takkan menyia-nyiakan sarapan yang telah disiapkan Mama. Aku jadi teringat anak-anak seumurku yang mengamen di perempatan jalan. Yang selalu kutemui pagi hari saat berangkat sekolah. Mereka meminta-minta di perempatan jalan hanya sekedar untuk mencari makan. Sedangkan aku mengapa tidak juga mau sarapan sementara sudah disajikan di atas meja makan? Betapa malunya aku menyadari itu.
Wednesday, November 22, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

1 comment:
sangat bagus sekali ,tetepi aku minta frienster ama e-mail kamu bolehkan?
Post a Comment