Tuesday, February 13, 2007

Soal Yang Rumit Dari Bu Rita

"Aduh..., kok susah banget sih. Dasar Bu Rita! Soal Matematika, susah banget. Gampangan dikit kenapa ....?" Kata Rani
"Hussy... kamu itu jangan begitu dong" kata Kak Rini, kakaknya Rani begitu mendenganr keluhan Rani.
"Hey, hey... jangan bertengkar" kata Mama, saat mendengar pembicaraan Rani dan kakaknya.
"Kami tidak bertengkar kok, Ma" protes Rani.
"Tidak bertengkar tapi bicaranya kok nadanya seperti bertengkar. Yang baik dan halus dong bicaranya, kalian kan anak-anak perempuan, bicaranya harus yang santun dan tidak boleh seperti orang bertengkar" nasehat Mama panjang lebar.
"Memangnya apa sih yang dibicarakan?" lanjut Mama dengan penuh tanda tanya.
"Ini lho, Ma. Bu Rita ngasih PR matematika rumit banget deh soalnya" Jawab Rini, berusaha menjelaskan kepada Mamanya.
"Ohh... begitu," kata Mama "Jadi kalian tidak bertengkar toh...?" Mama mulai memahami keluhan Rani.
"Rumit bagaimana sih soalnya. Mari Mama bantu menjawabnya" bujuk Mama.
 
Dengan telaten Mama membantu Rani mengerjakan PR matematika yang katanya rumit sekali.
Setelah dijelaskan panjang lebar oleh mama, akhirnya Rani dapat mengerjakan PR dengan cepat dan benar semuanya.
 
"Wah..., wah..., hebat ya anak Mama sekarang. Sudah dapat mengerjakan soal matematika yang rumit dengan cepat dan benar pula" lanjut Mama panjang lebar.
"Sesungguhnya tidak ada soal matematika atau soal pelajaran apapun yang sulit, asal kita mau berusaha memahami, mempelajari dan belajar dengan rajin, pasti kita dapat menyelesaikannya dengan baik" urai Mama.
 
Sejak saat itu Rani tidak pernah mengeluh lagi tentang soal PR dari Bu Rita maupun soal ataupun PR dari Bapak dan Ibu Guru lain yang rumit ataupun sulit asalkan kita mau belajar dengan rajin pasti semua persoalan dapat diselesaikan dengan baik.
 
[Bekasi, 20 Maret 2005]

No comments: